7 Masalah Umum dalam Ternak Ayam Broiler Kandang Panggung dan Solusinya

Mengadopsi sistem kandang panggung broiler adalah pilihan cerdas untuk meningkatkan kesehatan ternak. Namun, seperti model peternakan lainnya, sistem ini bukanlah solusi ajaib yang bebas dari tantangan.

Peternak seringkali menghadapi kendala spesifik yang jika tidak diantisipasi, justru dapat menggerogoti keuntungan yang seharusnya didapat dari keunggulan kandang panggung.

7 Masalah Umum dalam Ternak Ayam Broiler Kandang Panggung dan Solusinya

Artikel ini membahas secara mendalam 7 masalah umum dalam ternak broiler sistem panggung yang paling sering dikeluhkan, dilengkapi dengan solusi praktis dan tindakan pencegahan berbasis pengalaman lapangan.

Sebagi peternak, kita harus memahami potensi masalah ini, untuk bisa memaksimalkan potensi sistem panggung dan menjaga performa ternak tetap optimal.

Ayam Kedinginan (Chilling) pada Masa Brooding

Deskripsi Masalah: DOC (Day Old Chick) sangat rentan terhadap suhu rendah. Pada kandang panggung, udara yang mengalir dari kolong bawah dapat menciptakan draft (angin dingin yang terfokus) yang langsung menerpa tubuh ayam muda, menyebabkan hipotermia.

Gejalanya meliputi DOC bergerombol padat di bawah pemanas, bersuara ribut, dan pertumbuhan terhambat.

Solusi Efektif:

  • Optimasi Tirai Brooder: Pasang tirai plastik atau terpal di sekeliling zona brooding setinggi minimal 60 cm dari lantai panggung. Pastikan tirai rapat menyentuh lantai untuk menghalangi angin dari kolong.
  • Penggunaan Alas Sementara: Pada 7-10 hari pertama, tutupi lantai panggung dengan alas datar seperti kertas semen, karung goni, atau anyaman bambu. Alas ini berfungsi sebagai insulator dari udara dingin sekaligus memberi keleluasaan pada kaki DOC.
  • Monitoring Suhu yang Tepat: Letakkan termometer setinggi punggung ayam, bukan menggantung di tiang. Pastikan suhu brooding di area comfort zone (di sekitar pemanas) stabil antara 32-34°C di hari pertama, lalu turun secara bertahap 2-3°C per minggu.
  • Uji Coba Pemanas Sebelum DOC Tiba: Nyalakan pemanas (gasolec/lampu infra-red atau pemanas manual) minimal 24 jam sebelumnya untuk menstabilkan suhu lingkungan dan memeriksa apakah ada draft yang masih masuk.

Serangan Hama dari Kolong Kandang

Deskripsi Masalah: Tumpukan kotoran di kolong kandang adalah magnet bagi hama ternak seperti tikus, ular, dan khususnya lalat. Tikus bisa mencuri pakan dan menyebarkan penyakit, siklus hidup lalat yang cepat dapat mengganggu kenyamanan ayam dan menjadi vektor penyakit.

Solusi Efektif:

  1. Manajemen Kotoran Rutin: Jangan biarkan kotoran menumpuk. Lakukan penaburan sekam minimal 2 hari sekali untuk mencegah bau amonia naik ke permukaan kandang. Kemudian lakukan pembersihan kolong secara berkala (minimal 1 kali di tengah siklus untuk periode panjang) atau langsung setelah panen.
  2. Buat Kolong "Bersih": Rancang kolong dengan lantai kedap (semen/plastik) dan agak miring agar mudah dibersihkan. Pastikan area sekitar kolong terbebas dari semak belukar.
  3. Program Pengendalian Terpadu:
    • Tikus: Pasang bait station (kotak umpan) dengan rodentisida di titik-titik strategis luar kandang. Periksa dan ganti secara rutin.
    • Lalat: Taburkan larvasida (pembasmi larva) seperti cyromazine di tumpukan kotoran basah. Gunakan lem lalat atau fly trap di area kolong.
    • Sarang Burung & Laba-laba: Rutin bersihkan sudut atap dan sela-sela rangka kandang.

Kualitas Udara Buruk (Amonia Tinggi) di Pagi Hari

Deskripsi Masalah: Meski kotoran jatuh, dalam kondisi kelembapan tinggi (terutama malam/pagi hari), gas amonia dari kolong dapat naik ke area pemeliharaan. Amonia merusak saluran pernapasan ayam, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan (CRD), dan menekan nafsu makan.

Solusi Efektif:

  • Ventilasi Aktif Pagi Hari: Di pagi hari, segera buka sebagian atau seluruh tirai sisi timur untuk mengusir udara jenuh amonia yang terperangkap semalaman. Jangan terlalu lama menutup rapat kandang.
  • Manajemen Kelembapan Kolong: Pastikan kolong kandang kering. Atur kemiringan dan drainase yang baik agar air hujan atau air minum tumpah tidak menggenang dan mempercepat penguapan amonia.
  • Material Penyerap di Kolong (Opsional): Untuk kandang dengan masalah kronis, taburkan bahan penyerap seperti kapur tohor (quicklime) atau zeolit tipis-tipis di dasar kolong. Bahan ini membantu menetralkan bau dan menyerap kelembapan.
  • Pastikan Kapasitas Ventilasi Cukup: Hitung kebutuhan kipas exhaust. Prinsipnya, sistem ventilasi harus mampu mengganti seluruh udara dalam kandang dalam waktu kurang dari 1 menit.

Cidera Kaki (Bumblefoot) dan Masalah Kaki Lainnya

Deskripsi Masalah: Lantai panggung dari bambu atau kawat ram yang tidak rata, tajam, atau terlalu lebar jaraknya dapat menyebabkan luka/lecet pada bantalan kaki ayam. Luka ini kemudian terinfeksi bakteri (Staphylococcus) dan membentuk pembengkakan berwarna gelap yang disebut bumblefoot.

Solusi Efektif:

  1. Seleksi dan Persiapan Lantai yang Tepat:
    • Untuk bambu, pilih yang sudah tua dan rata. Haluskan setiap bagian yang berpotensi tajam.
    • Untuk kawat ram, pilih diameter yang tepat (biasanya 2-3 mm) dan anyaman yang rapat (lubang 1.5x5 cm). Pastikan semua ujungnya tertutup rapat.
    • Jarak antar bambu/kawat idealnya 1.5-2 cm, cukup untuk kotoran jatuh tetapi tidak menjepit kaki ayam.
  2. Jaga Kondisi Lantai Tetap Kering: Lantai yang basah dan lengket membuat kulit kaki lebih rentan lecet. Atur tirai saat hujan dan perbaiki kebocoran tempat minum.
  3. Berikan Vitamin yang Cukup: Pastikan kecukupan vitamin, terutama Biotin dan Vitamin A, yang penting untuk kesehatan kulit dan jaringan kaki.

Persaingan Akses Pakan & Minum yang Tidak Merata

Deskripsi Masalah: Pada kandang panggung broiler yang luas, ayam di bagian tengah atau ujung yang jauh dari sumber pakan/minum mungkin kesulitan mendapat akses, terutama jika kepadatan tinggi. Hal ini menyebabkan uniformity (keseragaman) bobot badan yang buruk.

Solusi Efektif

  1. Distribusi Titik Pakan dan Minum yang Merata: Jangan hanya mengandalkan satu garis tempat pakan panjang. Tambahkan round feeder (nampan) atau hanging feeder tambahan di titik-titik yang jauh, terutama selama 2 minggu pertama.
  2. Atur Kepadatan Ideal: Patuhi standar kepadatan kandang panggung (8-12 ekor/m² disesuaikan dengan ventilasi). Kepadatan berlebih adalah akar masalah persaingan.
  3. Rutin Memutar Posisi Tempat Pakan: Jika menggunakan feeder linier, secara berkala (misal setiap pengisian) geser posisi awal penebaran pakan agar ayam di semua area terstimulasi untuk aktif mencari makan.
  4. Pastikan Pencahayaan Merata: Area yang gelap akan jarang dikunjungi ayam. Atur pencahayaan (lampu) agar intensitasnya sama di seluruh bagian kandang.

Kesulitan dalam Menjaga Suhu Ideal Saat Cuaca Ekstrem

Deskripsi Masalah: Sistem kandang panggung yang terbuka sangat dipengaruhi cuaca luar. Pada musim panas, suhu dalam kandang bisa sangat panas. Sebaliknya, pada musim hujan dengan angin kencang, suhu bisa turun drastis dan kelembapan melonjak.

Solusi Efektif:

  1. Hadapi Panas Terik:
    • Maksimalkan Ventilasi: Buka semua tirai, aktifkan kipas exhaust jika ada.
    • Penyemprotan: Semprotkan air menggunakan sprayer elektrik atau alat lainnya dalam kandang (disarankan tidak langsung ke ayam) untuk menurunkan suhu..
    • Atap Insulasi: Tambahkan plafon dari bahan reflektor panas (aluminium foil) atau atap genteng di atas atap seng.
  2. Hadapi Hujan dan Angin Kencang:
    • Tirai Berlapis: Gunakan tirai plastik transparan di dalam dan terpal di luar untuk menahan angin dan air.
    • Sistem Curtain yang Mudah Diatur: Pastikan mekanisme buka-tutup tirai dari luar kandang, sehingga penyesuaian bisa cepat dilakukan tanpa mengganggu ayam.
    • Naikkan Ketinggian Brooder: Pada masa brooding saat hujan, sedikit naikkan suhu pemanas untuk mengimbangi suhu lingkungan yang dingin.

Akumulasi Debu dan Bulu yang Mengganggu Pernapasan

Deskripsi Masalah: Sisa pakan halus (debu) dan bulu ayam yang rontok dapat beterbangan di dalam kandang panggung, khususnya saat ayam aktif. Partikel-partikel ini menjadi iritan pada saluran pernapasan ayam dan dapat memperburuk kondisi jika ada infeksi.

Solusi Efektif:

  • Pembersihan Debu Rutin: Secara berkala, gunakan blower atau sapu lidi untuk membersihkan tumpukan debu di palung pakan, di atas balok, dan di sudut-sudut kandang.
  • Pilih Pakan yang Minim Debu (Less Dust): Diskusikan dengan supplier pakan untuk menyediakan pakan dengan pellet durability yang baik, sehingga tidak mudah hancur menjadi tepung.
  • Semprot Kabut Air Sesekali: Pada siang yang sangat terik dan berdebu, semprotkan kabut air halus ke udara di dalam kandang sesekali untuk menjatuhkan partikel debu yang melayang. Lakukan secukupnya agar tidak meningkatkan kelembapan berlebihan.
  • Ventilasi yang Cukup: Aliran udara yang baik akan membawa sebagian partikel debu keluar dari kandang.

Keberhasilan ternak broiler sistem panggung terletak pada kemampuan peternak untuk mengantisipasi dan mengelola tantangan spesifiknya.

Ketujuh masalah dalam budidaya broiler di atas mulai dari lingkungan mikro hingga gangguan hama bukanlah penghalang mutlak, melainkan bagian dari dinamika yang dapat dikendalikan dengan manajemen kandang panggung yang proaktif.

Dengan menerapkan solusi mengatasi masalah kandang secara disiplin, Anda bukan hanya memecahkan masalah, tetapi juga meningkatkan ketahanan (resilience) usaha ternak Anda.

Pantau ternak Anda setiap hari, lakukan penyesuaian, dan jadikan kandang panggung sebagai sistem yang benar-benar bekerja menghasilkan keuntungan optimal.

Apa masalah paling susah yang pernah Anda alami dengan kandang panggung? Bagikan pengalaman dan solusi kreatif Anda di kolom komentar agar kita bisa saling belajar!

Post a Comment for "7 Masalah Umum dalam Ternak Ayam Broiler Kandang Panggung dan Solusinya"