Perbedaan As Built Drawing Dengan Shop Drawing Dalam Dunia Konstruksi
Dalam dunia konstruksi dan fabrikasi yang kompleks, komunikasi yang akurat adalah tulang punggung keberhasilan sebuah proyek. Di sinilah peran gambar teknik menjadi sangat krusial. Dua jenis dokumen gambar yang seringkali membingungkan namun memiliki fungsi vital adalah As-Built Drawing dan Shop Drawing.
Memahami perbedaan mendasar antara keduanya bukan hanya soal terminologi, tetapi tentang memahami alur informasi dari perencanaan menuju realisasi akhir sebuah bangunan atau struktur.
![]() |
Pada artikel ini akan menjabarkan perbedaan konseptual, tujuan, dan karakteristik dari kedua dokumen ini, serta bagaimana mereka saling melengkapi dalam perjalanan sebuah proyek dari meja desainer hingga ke lokasi kerja.
Gambaran Umum: Dari Rencana Menuju Realita
Bayangkan sebuah proyek konstruksi sebagai sebuah perjalanan.
- Shop Drawing adalah panduan rinci dan instruksi fabrikasi yang digunakan oleh tukang atau fabrikator untuk membangun masing-masing komponen di bengkel (workshop).
- As-Built Drawing adalah peta akhir yang mencatat setiap perubahan, penyesuaian, dan kondisi sebenarnya setelah seluruh komponen terpasang di lapangan.
Singkatnya, Shop Drawing adalah tentang "bagaimana cara membangunnya", sedangkan As-Built Drawing adalah tentang "apa yang sebenarnya dibangun".
Shop Drawing: Blueprint untuk Fabrikator
Shop Drawing, atau sering disebut gambar workshop, adalah dokumen detail yang disiapkan oleh kontraktor, subkontraktor, atau fabrikator (misalnya, fabrikator struktur baja, ahli HVAC, atau pemasang panel listrik).
Tujuan Utama
Tujuannya adalah untuk menerjemahkan desain arsitektural dan struktural yang konseptual menjadi instruksi yang dapat dieksekusi oleh tenaga kerja di bengkel atau pabrik. Dokumen ini menjadi panduan untuk memotong, menyambung, mengelas, dan merakit setiap bagian.
Karakteristik dan Ciri Khas
- Sangat Detail dan Teknis: Berisi dimensi yang sangat spesifik, jenis material, metode penyambungan (misalnya, jenis las yang digunakan), detail sambungan, dan informasi tentang finishing.
- Fokus pada Komponen Spesifik: Satu set Shop Drawing biasanya hanya mencakup satu elemen tertentu, seperti gambar untuk tangga baja, sistem pipa, atau panel dinding prefabrikasi.
- Disusun oleh Pelaksana: Dibuat oleh pihak yang akan memproduksi atau memasang komponen tersebut, karena merekalah yang paling memahami kemampuan teknis dan proses fabrikasinya.
- Harus Disetujui: Shop Drawing wajib diajukan kepada konsultan (arsitek atau engineer) untuk ditinjau dan disetujui (approved). Proses ini memastikan bahwa komponen yang akan dibuat sesuai dengan desain dan spesifikasi yang diminta.
- Dibuat Sebelum Fabrikasi: Ini adalah dokumen "pra-konstruksi" yang menjadi dasar dimulainya proses produksi komponen.
Contoh Penerapan
Sebuah gambar arsitektural mungkin hanya menyebutkan "pagar baja dengan tinggi 1.2 meter". Shop Drawing-nya akan menunjukkan:
- Dimensi detail setiap profil baja (tipe hollow, ketebalan).
- Jarak antar tiang
- Jenis sambungan las di setiap pertemuan (misal, las fillet dengan ukuran tertentu).
- Jenis cat dan ketebalannya.
As-Built Drawing: Rekaman Kondisi Akhir
As-Built Drawing pada dasarnya adalah set gambar desain awal yang telah dimodifikasi dan diperbarui untuk merefleksikan kondisi sebenarnya di lapangan setelah proyek selesai. Pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas pemasangan biasanya yang menyusun dokumen ini.
Tujuan Utama
Tujuannya adalah untuk menyediakan rekaman yang akurat tentang apa yang sebenarnya dibangun. Dokumen ini menjadi arsip penting untuk pemilik gedung, terutama untuk keperluan pemeliharaan, renovasi di masa depan, atau perluasan.
Karakteristik dan Ciri Khas
- Dokumen yang Berevolusi: As-Built Drawing bukanlah gambar baru. Ini adalah gambar desain atau shop drawing yang ditandai dengan tinta merah (red-marked) atau direvisi secara digital untuk mencatat setiap penyimpangan dari rencana awal.
- Mencatat Perubahan (Deviasi): Perubahan yang dicatat bisa berupa:
- Perubahan posisi pipa atau saluran listrik karena bentrok dengan struktur existing.
- Revisi dimensi di lapangan untuk menyesuaikan kondisi yang tidak terduga.
- Pergantian material yang disetujui selama konstruksi.
- Disusun Selama dan Setelah Konstruksi: Revisi dilakukan secara berkelanjutan sepanjang proyek berlangsung dan diselesaikan tepat sebelum serah terima proyek.
- Fokus pada Keakuratan "As-Built": Ketepatan dan kelengkapan informasi adalah yang terpenting, karena dokumen ini akan menjadi referensi utama bagi siapa pun yang bekerja pada bangunan tersebut di kemudian hari.
- Diajukan kepada Pemilik Proyek: Setelah selesai, As-Built Drawing diserahkan kepada pemilik gedung sebagai bagian dari dokumen final.
Contoh Penerapan
Pada Shop Drawing, pipa air bersih digambar melintas di koordinat A. Namun di lapangan, ternyata ada balok struktur yang tidak terduga. Pipa tersebut akhirnya dipasang 30 cm di sebelah kiri posisi rencana. Pada As-Built Drawing, posisi pipa direvisi untuk menunjukkan lokasi pemasangan yang sebenarnya.
Tabel Perbandingan: As-Built Drawing vs. Shop Drawing
| Aspek | Shop Drawing | As-Built Drawing |
|---|---|---|
| Tujuan | Panduan fabrikasi & pemasangan | Rekaman kondisi akhir & arsip |
| Pembuat | Kontraktor / Fabrikator | Kontraktor (Pemasang) |
| Waktu | Sebelum fabrikasi dimulai | Selama & setelah konstruksi |
| Isi | Instruksi detail "cara membuat" | Dokumentasi "apa yang terbangun" |
| Tingkat Detail | Sangat detail pada komponen | Fokus pada perubahan dari rencana |
| Penerima | Konsultan (untuk disetujui) | Pemilik Proyek (sebagai arsip) |
| Sifat | Proaktif (sebelum eksekusi) | Reaktif (mencatat setelah eksekusi) |
Penutup
Shop Drawing dan As-Built Drawing mewakili dua fase yang berbeda dalam siklus hidup proyek. Shop Drawing memastikan bahwa setiap komponen dibangun dengan benar sesuai desain, sementara As-Built Drawing memastikan bahwa ada peta yang akurat dari keseluruhan puzzle yang telah disatukan.
Kedua dokumen ini bukanlah pesaing, melainkan mitra yang menjembatani kesenjangan antara desain ideal dan realita konstruksi. Bagi para profesional di bidang fabrikasi dan konstruksi, menguasai perbedaan dan fungsi keduanya adalah langkah penting untuk menjamin kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan dari sebuah karya yang dibangun.
Tags: As-Built Drawing, Shop Drawing, Perbedaan Shop Drawing As-Built, Dokumentasi Proyek, Gambar Konstruksi, Gambar Fabrikasi, Manajemen Proyek, Arsitektur, Teknik Sipil, Rekaman Akhir Proyek.

Post a Comment for "Perbedaan As Built Drawing Dengan Shop Drawing Dalam Dunia Konstruksi"